Taman Hiburan Surabaya

 

Sarana hiburan rekreasi yang modern, lengkap dan canggih disediakan oleh pihak pengelola taman hiburan Warwick Amusement Group Indonesia. Salah satu diantaranya adalah Taman Remaja Surabaya yang diwakili oleh PT. Star Taman Remaja Surabaya yang berada di jalan Kusuma Bangsa, dengan area seluas 16.910 m2.Dengan usianya yang lebih dari 30 tahun, Taman Remaja Surabaya semakin profesional dalam menangani kinerja dari setiap fasilitas dan arena permainan yang tersedia. Hal ini demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin menikmati hiburan dan rekreasi di Taman Remaja Surabaya.
Di area yang cukup luas tersebut Taman Remaja Surabaya menyediakan beberapa fasilitas yaitu :

  • 16 permainan anak-anak dan dewasa atraksi mesin permainan/ Fun Fair (Boom Boom Car, Ghost House, Shooting Galery, Merry Go Round, Twin Dragon, Twist Aldin, Mini Train, Ball Pool dan sebagainya).
  • 2 Panggung Hiburan (Panggung Utama dan Panggung Garuda) dimana anda dapat menikmati pagelaran musik besama artis lokal dan Jakarta dalam berbagai aliran musik pop, hop hop, R & B, dangdut, rock dan sebagainya. Dan ada yang menarik di panggung hiburan ini, yatu adanya ajang unjuk kebolehan para waria dalam bersolek, bernyanyi dan berlenggak-lenggok dalam acara waria show.
  • 4 cafe dan restaurant (Melody Cafetaria, Rainbow Cafetaria, Remaja Ice Cream dsb) dimana disajikan aneka menu makanan baik Indonesian Food, Chinese dan Western Food. Serta tersedia pula aneka minuman soft drink, ice cream, fruit juice. Dengan letak cafe dan restaurant yang tersebar secara merata sehingga memberi kemudahan bagi yang ingin beristirahat dan menikati sajian makanan dan minuman.
  • Tersedia pula fasilitas umum gerai fotografi, cinderamata, musholla, ruang bantuan medis, telepon umum, area parkir, toilet dan kantor informasi. Taman Remaja Surabaya memberikan sesuatu yang sangat menarik, murah, meriah dan memuaskan bagi para pengunjungnya.

 

Taman Remaja Surabaya

Buka pada hari,Sabtu – Minggu, dan

Hari Besar : 09.00 – 22.00 bbwi

Jl. Kusuma Bangsa 112-114 Surabaya, 60136
Tep. 031-5322748 / 5344486
Fax. 031- 5450372

Taman Remaja Surabaya

 

Surabaya mempunyai destinasi wisata taman hiburan yang mewadahi seniman-seniman kota Surabaya. Namanya Taman Remaja Surabaya atau dulu dikenal dengan THR. Dulu tempat ini populer pada tahun 1990-an, namun kini hampir terlupakan.

Dulu tempat ini menjadi taman hiburan satu-satunya di kota Surabaya. Tahun 90-an tempat ini cukup populer, namun kini semua orang hampir melupakan keberadaan TRS.

Benar benar sedih ketika mulai masuk ke komplek taman kesenian tradisional yang satu ini. Suasana gelap dengan pencahayaan yang minim mungkin membuat sedikit orang akan bertanya-tanya apakah benar ini adalah tempat wisata?

Terletak tepat di belakang pusat pertokoan gadget Hitech Mall. Sebenarnya tempat yang cukup strategis apabila kita akan kesana. Namun, tak banyak orang tahu pula jika tepat di belakang gedung megah dengan segala kecanggihan-kecanggihan gadget yang dijual disitu.

Ada sekumpulan seniman-seniman Jawa Timur yang teriak karena terhimpit budaya-budaya luar yang mulai merongrong keaslian budaya kita. Kali ini saya sempatkan untuk jalan-jalan ke Taman Hiburan Surabaya atau yang lebih dikenal dengan TRS. Tempat ini sempat berjaya di tahun 80-90an katanya.

Dulu ada sebuah danau dimana dulunya pengunjung bisa naik perahu. Namun miris, danau itu tak lebih dari genangan air yang keruh kehijauan. Ada perahu yang entah kenapa ia tak pernah berhenti menepi. Berjejer-jejer warung yang menawarkan makanan banyak yang tutup. Entah karena dagangan mereka yang telah terjual habis atau entah sudah tak ada lagi yang mereka jual karena semua makanan yang mereka jajakan sudah pada basi.

Berjejer gedung gedung kesenian yang sempat ramai hilir mudik para pengunjung untuk menikmati pertunjukan tradisional pun banyak yang tutup. Yaa.., bisa dibilang gulung tikar mulai dari gedung wayang orang, gedung srimulat,dll. Kini, semua tak lebih dari sebuah gedung tua yang terlihat menyedihkan.

Namun dari semua kisah menyedihkan dan keprihatinan itu. THR merupakan tempat berkumpulnya para seniman-seniman Surabaya yang masih yakin bahwa budaya itu masih harus tetap dipertahankan. Bagaimanapun dan apapun caranya, tetap di sekitaran Surabaya, tempat yang konon dulunya ramai dengan segala aktivitas keseniannya di tahun 90-an. Tempat berkumpulnya para seniman-seniman Surabaya berkumpul dengan segala kereyotannya.

Jalanan masih basah yang baru saja disirami tetesan air hujan dan sedikit gerimis, dengan kemacetannya menghantarkan saya ke sini. Tempat yang cukup strategis sebenarnya, tepat di belakang salah satu pusat gadget Surabaya Hitech mall.

Suasana gelap dengan minimnya penerangan pun saya terobos tanpa ampun. Entah untuk keberapa kalinya saya datang kesini. Namun, memang kondisinya tak banyak yang berubah. Ya begitulah, tersisihkan. Deretan gedung-gedung kesenian yang tak terpakai masih menyibakkan histori tentang kejayaannya.

Sebuah danau dengan panggung masih berdiri kokoh sendiri tanpa pernak pernik. Sebuah arena teater terbuka kini pun tak ubahnya kolam dengan genangan sisa air hujan yang baru saja turun. Sebuah pendopo yang luas sedikit ramai dengan segala keriuhan anak-anak kecil yang ria bermain.

Tujuan saya kali ini sebenarnya hanyalah untuk melihat salah satu pementasan kesenian asli Jawa Timur yaitu ludruk. Sebenarnya, pada episode sebelumnya saya juga datang kesini. Namun sayang sekali, pas kebetulan kesenian ludruk sedang tidak dimainkan.

Ya, karena memang ludruk hanya dimainkan satu kali dalam satu minggu pada hari Sabtu saja. Namun kali ini tanpa diduga dan tanpa saya sadari sebelumnya, ternyata ada kesenian lainnya yang akan dimainkan malam ini.

Sebuah kesenian masih Jawa Timuran yaitu kesenian jaranan, grup jaranan dari “SANGGAR DWI BUDOYO” mungkin tak perlu lagi saya gambarkan lagi. Bagaimana ketika kesenian jaranan dimainkan.

Bunyi gamelan serta kendang pun kian mengalun kencang ketika pertunjukan mulai dimainkan. Riuh ramai penonton pun menambah ramai suasana malam itu. Sangat berbeda sekali dengan suasana saat saya pertama kali masuk pintu gerbang THR. Ternyata di dalamnya masih ada yang hidup meskipun sedikit terseok-seok.

Setelah hampir 1 jam berlalu, waktu jua yang harus mengakhiri pertunjukan ini. Padahal seru, penari yang masih muda-muda. Setelah pentas jaranan berakhir, sekarang giliran pertunjukan utama yaitu Ludruk.

Jika tadi kesenian jaranan ditampilkan di pendopo yang cukup luas. Kali ini Ludruk ditampilkan di sebuah gedung kesenian ludruk tepat di samping pendopo. Hanya dengan tiket masuk sebesar Rp 5.000 kita bisa melenggang masuk dan menikmati kesenian ludruk.

Lampu penerangan sekedarnya. Mungkin hanya 2 lampu sorot yang diarahkan ke arah panggung yang menjadi penerangan. Bangku-bangku yang berjejer rapi pun segera terpenuhi oleh para penonton yang mayoritas sudah tua. Meskipun ada beberapa yang masih muda.

Kesenian ludruk kesenian yang menampilkan seni drama cerita-cerita kehidupan sehari-hari masyarakat. Yang diselingi dengan lawakan-lawakan khas ‘Suroboyoan’. Ludruk juga sempat menjadi alat propaganda ketika zaman penjajahan Jepang. Biasanya kesenian ludruk diawali dengan tarian Remo dengan gelang lonceng yang ditalikan pada kaki sang penari.

Sumber

Pantai Ria Kenjeran

 

Pantai Kenjeran menjadi salah satu magnet penarik dan menjadi daya pikat kota Surabaya bagi banyak orang di seluruh Indonesia bahkan dunia. Kota Surabaya yang terkenal sebagai salah satu pusat industri dan pusat perdagangan di Indonesia, ternyata juga memiliki salah satu kebanggaan lainnya di mana Surabaya juga di sebut sebagai kota Bahari, di mana kota ini memiliki kelebihan dalam perairannya. Julukan kota buaya yang memiliki wisata pantai yang menarik dan indah, di mana pantai Kenjeran memiliki pesona panorama  dan sumber daya lama yang tak kalah jika di bandingkan dengan susunan pantai di Bali ataupun di Jogja.

Sekarang ini, pantai Kenjeran di juluki Taman Hiburan Pantai Kenjeran karena di pantai ini juga terdapat beragam hiburan menarik untuk keluarga dan anak-anak. Pantai ini di fasilitasi dengan berbagai permainan anak, seperti komedi putar, prosotan, tangga lingkar, permainan jungkat jangkit dan permainan jenis outbond lainnya yang bisa mendukung asyiknya liburan keluarga yang juga tentu membutuhkan permainan untuk membuat anak-anak tidak mudah merasa bosan. Fasilitas ini sengaja di berikan oleh pemerintah agar minat dan animo masyarakat untuk datang mengunjungi pantai sendiri menjadi semakin besar di bandingkan harus keluar daerah atau keluar negeri untuk melihat dan menikmati keindahan pantai lain. Kebersihan dan keindahan lingkungan pantai pun selalu di usahakan agar tetap menarik hati wisatawan, meskipun terkadang, wisatawan local masih sering dan susah untuk di ingatkan membuang sampah mpada tempatnya.

Pihak pemerintah juga mengelola Kenjeran Park. Lokasi ini banyak menawarkan beberapa sarana hiburan seperti penyewaan peralatan olahraga, wisata air, religi dan banyak jenis lainnnya termasuk wisata pendidikan alam untuk anak-anak. Masih ada lagi,  tersedia pula fasilitas waterboom dan kolam renang yang bisa digunakan untuk dewasa dan anak-anak. Semua fasiltias ini di tujukan agar masyarakat semakin banyak yang datang dan mengunjungi serta menambah pendapatan daerah terutama di bidang pariwisata. Pantai Kenjeran memang merupakan panta wisatai andalan di Surabaya namun sayang kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan pantai masih sangat rendah, sehingga perlu usaha lebih dari pemerintah untuk pengelolaan pantai agar lebih sehat, layak dan menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Bibir pantai Kenjeran memang di tata seperti arsitektur China, dimana terdapat kya-kya atau nama tepian pantai yang menjadi cirikhas pantai ini, sehingga para wisatawan dari kawasan Asia Timur banyak yang tertarik untuk mengunjungi pantai in, seperti dari China, Korea, Jepang dan Thailand tercatat cukup banyak mengunjungi pantai Kenjeran dikarenakan penasaran dengan bangunan arsitektur bibir pantai tersebut. Apabila anda mengunjungi kya-kya ini pada malam hari, keindahannya akan semakin terpancar, dengan cahaya temaram dan tambahan lampion-lampion cantik khas negara tirai bambu membuat anda dan pasangan akan merasakan suasana romantis.

Selain itu, pantai Kenjeran juga sangat terkenal dengan pilihan kuliner  yang beragam dan bisa anda pilih sesuai dengan selera anda. Bisa anda menikmati keindahan pantai di malam hari sambil menikmati lezatnya makanan dari restoran-restoran seafood yang berjejer di sepanjang mata memandang. Bisa menikmati sate kerang, udang bakar atau apapun yang anda inginkan bersama dengan pasangan, sahabat dan keluarga. Pantai Kenjeran adalah salah satu aset berharga negara yang kita semua harus jaga agar tidak terabaikan dan tetap memberikan nilai lebih kepada negara, kepada perekonomian rakyat dan kepada nama baik Indonesia di mata dunia. Dengan demikian,  Indonesia bisa menjadi negara yang selalu bisa menjaga kelestarian alam dan lingkungannya salah satunya di pantai Kenjeran Surabaya.

Sumber

Sejarah Tugu Pahlawan

 

Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah* Kota Surabaya. Tinggi Tugu Pahlawan ada yang mengatakan 45 yard (41,13 meter) lalu 40,50 meter, beberapa orang juga menyebutkan 41,15 meter. Berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan yang terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945.

Tugu Pahlawan terletak persis di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar, yang dulunya adalah Kantor Raad Van Justititie atau Gedung Pengadilan Tinggi pada masa penjajahan Belanda.

Tujuan pembangunan Tugu Pahlawan adalah tak lain untuk mengenang sejarah perjuangan Arek-arek Suroboyo sekaligus seluruh masayarakat Indonesia yang ikut serta dalam mempertahankan kemerdekaan dalam momen bersejarah 10 Nopember 1945 di Surabaya.

Pendiri Tugu Pahlawan

Dalam Wikipedia bahasa Indonesia disebutkan Ada dua pendapat mengenai siapa yang menjadi pemrakarsa, sekaligus arsitek monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Menurut Gatot Barnowo, monumen ini diprakarsai oleh Doel Arnowo, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Besar Surabaya. Kemudian ia meminta Ir. Tan untuk merancang gambar monumen yang dimaksud, untuk selanjutnya diajukan kepada Presiden Soekarno.

Sedangkan menurut Ir. Soendjasmono, pemrakarsa monumen ini adalah Ir. Soekarno sendiri. Ide ini mendapat perhatian khusus dari Walikota Surabaya, Doel Arnowo. Untuk perencanaan dan gambarnya diserahkan kepada Ir. R. Soeratmoko, yang telah mengalahkan beberapa arsitektur lainnya dalam sayembara untuk pemilihan arsitek untuk membangun monumen ini.

Pada awalnya pekerjaan pembangunan Monumen Tugu Pahlawan ditangani Balai Kota Surabaya sendiri. Kemudian dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation, yang kemudian diteruskan oleh Pemborong Saroja. Monumen yang dibangun selama sepuluh bulan ini, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 10 November 1952.

Perjalanan menuju ke monumen ini tidaklah sulit, karena berada tepat di tengah kota Surabaya. Pada saat pertama kali masuk ke kawasan monumen bersejarah ini, Anda akan disambut dengan gerbang Candi Bentar dan juga sinyal tiga operator yang tersedia penuh yang siap untuk Anda gunakan, yang di antara lain Indosat, IM3 dan Axis. Sinyal ini tersedia penuh hingga sekitaran lapangan yang biasa digunakan untuk kegiatan upacara. Hingga masuk ke jalan utama Museum, kedua operator Indosat dan Axis masih menunjukkan kekuatan sinyalnya, sedangkan XL sudah mulai meredup satu dua bar sinyal.

Pada saat masuk ke dalam Museum, di lantai 1 Museum Monumen Tugu Pahlawan ini berisi tentang diorama Bung Tomo dan rekaman Bung Tomo pada saat mengorbankan semangat juang arek arek Suroboyo, semua operator kehilangan sinyalnya dan hanya meninggalkan pesan call emergency only. Anda hanya bisa melakukan pengecekan saldo pulsa Anda di dalam operator Anda, dan itu terkadang bisa dilaksanakan.

Beralih ke lantai dua yang tersimpan Diorama Statis I, II Koleksi Senjata, Koleksi Bung Tomo, Radio Bung Tomo, dan Lukisan, sinyal dari ketiga operator ini kembali menemukan sinyalnya. Sinyal ketiga operator ini kembali penuh di lantar ke 2 museum ini dan Anda kembali bisa melakukan panggilan dan mengirim pesan seperti biasanya.

Sesudahnya dari museum, Anda akan menemukan jalan keluar dari museum dan monumen ini dan Anda akan kembali disambut oleh ketiga sinyal dari ketiga operator tersebut dengan aktivitas penuh. Selebihnya di sekitar monumen, Anda tidak akan kembali sinyal dari ponsel Anda hingga Anda keluar di wilayah monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Sumber

 

Tempat Wisata di Surabaya

Tempat Wisata di Surabaya

 

tugu pahlawanBerikut ini adalah 12 tempat wisata di Suarabaya yang paling menarik untuk dikunjungi. Anda dapat mengunjung berbagai tempat wisata Surabaya lainnya sebab masih ada lagi sejumlah tempat menarik di Surabaya yang mungkin Anda sukai. Dari keseluruhan objek wisata menarik di Surabaya tersebut, beberapa di antaranya adalah berikut ini.

1. Tugu Pahlawan

Inilah monumen untuk mengingat keberanian arek-arek Suroboyo melawan tentara Sekutu. Monumen setinggi 41.15 meter yang berbentuk lingga atau paku terbalik ini mempunyai badan tiang berbentuk lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan dan terbagi atas 11 ruas.

Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10 bulan 11 tahun 1945. Inilah tanggal terjadinya peristiwa heroik di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Di tempat wisata di Surabaya yang satu ini, Anda akan menjumpai Museum 10 November, sebuah tempat yang dapat mengungkap banyak cerita tentang makna Tugu Pahlawan serta bukti-bukti sejarah pada 10 November 1945 yang lampau.

Patung Buddha Empat Wajah

2. Patung Buddha Empat Wajah

Inilah patung tertinggi di Indonesia yang telah dicatat MURI. Anda dapat menjumpai Patung Buddha Empat Wajah ini di salah satu sudut Pantai Ria Kenjeran, sebuah pantai di kota Surabaya yang terkenal akan produk perikanan serta tempat nongkrongnya muda-mudi Surabaya.

Bangunan Patung Buddha Empat Wajah dikelilingi oleh 4 pilar, yaitu pilar hijau atau emas. Terdiri dari 3 bagian, yakni stupa, patung Buddha, dan singgasana Buddha. Patung Buddha dan takhta masing-masing memiliki tinggi 9 meter.

Patung ini memiliki kemiripan dengan patung Buddha yang ada di tempat wisata Bangkok, yakni terdiri atas wajah perdamaian dan kesehatan, wajah hubungan baik, wajah keberuntungan, dan wajah perlindungan terhadap kejahatan.

Jembatan Merah Surabaya

3. Jembatan Merah

Jembatan Merah adalah saksi sejarah pertempuran heroik pada 10 Nopember 1945 di Surabaya.

Sejarah mencatat, peristiwa tewasnya Brigjend Mallaby pada bentrokan yang terjadi antara para pejuang Indonesia dengan tentara Belanda di dekat Jembatan Merah pada tanggal 30 Oktober 1945 adalah alasan utama panglima sekutu di Jawa Timur mengeluarkan ultimatum pada tanggal 9 November 1945 kepada para pejuang Indonesia agar meletakkan senjata. Penolakan ultimatum oleh pejuang Indonesia membuat pasukan sekutu Inggris menyerang kota Surabaya keesokan harinya.

Area sekitar tempat ini dahulu adalah daerah hunian dan perdagangan untuk orang Eropa di bagian barat, sedangkan bagian timurnya adalah daerah hunian untuk orang Cina, Arab, serta Melayu. Kawasan Jembatan Merah saat ini merupakan pusat perdagangan paling padat di Surabaya.

Monumen Kapal Selam

4. Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam ini terletak di pusat kota Surabaya. Monumen Kapal Selam adalah wujud asli dari KRI Pasopati 410, salah satu kapal selam TNI – Angkatan Laut dari satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur.

KRI Pasopati termasuk jenis SS type Whisky Class dibuat di Vladi Rusia pada tahun 1952, berperan aktif dalam menegakkan kedaulatan negara dan hukum di laut antara lain dalam operasi Trikora.

Kapal selam ini telah menjadi salah satu tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.

House Of Sampoerna Surabaya

5. House Of Sampoerna

House Of Sampoerna terletak di kawasan “Surabaya lama”. Salah satu tempat wisata Surabaya ini adalah sebuah kompleks bangunan bergaya kolonial Belanda yang dibangun pada1862 dan merupakan situs bersejarah yang dilestarikan.

Di masa awalnya, bangunan ini digunakan sebagai panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda, pada tahun 1932 kompleks ini dibeli oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, untuk dijadikan pabrik rokok Sampoerna yang pertama.

Hingga sekarang, kompleks ini masih berfungsi sebagai pabrik untuk memproduksi rokok.

Ciputra Waterpark Surabaya

6. Ciputra Waterpark Surabaya

Ciputra Waterpark adalah wahana wisata air terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Lokasinya terletak di Surabaya Barat, dibangun oleh Perusahaan Ciputra Grup di area Citraland.

Anda dapat menjumpai ragam wahana, misalnya Sirens River, Chimera Pool, Marina Lagoon, Sinbad Playground, Roc Tower, dan Syracuse Beach. Tempat wisata Surabaya yang satu ini dibuka untuk publik setiap selasa hingga jum’at, mulai pukul 14.00-19.00 WIB. Di saat weekend dan hari libur, mulai buka sejak pukul 08.00-20.00 WIB.

Salah satu tempat wisata di Surabaya ini selalu ramai dengan kunjungan wisatawan, dan pula telah menjadi pilihan wisata anak yang populer di Surabaya.

Masjid Agung Al-Akbar Surabaya

7. Masjid Agung Al-Akbar Surabaya

Masjid Al-Akbar adalah masjid yang megah dan modern, merupakan masjid terbesar kedua setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid ini adalah ikon religi kota Surabaya.

Eksterior masjid ini dihiasi dengan berbagai corak ukiran dan kaligrafi. Pintu masuk masjid ini terdiri dari 45 pintu utama, semuanya dibuat dari kayu jati berukir.

Bagian interiornya dihiasi oleh ukiran hias dan kaligrafi, sangat dominan menghiasi dinding masjid. Inilah sebab mengapa objek wisata di Surabaya yang satu ini diminati banyak penikmat perjalanan.

Museum Mpu Tantular

8. Museum Mpu Tantular

Museum Mpu Tantular adalah kelanjutan dari didirikannya lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh seorang warga Surabaya yang berkebangsaan Jerman, Von Vaber, pada tahun 1933.

Museum ini memiliki 15.000 koleksi, mulai dari peninggalan masa prasejarah, peninggalan di masa kerajaan Hindu, Budha, Islam, serta masa kolonial. Lokasi Museum Mpu Tantular ini ada di Jl. Raya Buduran – Jembatan Layang, Sidoarjo.

Harga tiket masuk museum adalah Rp 4 ribu per orang (dewasa) dan anak-anak Rp 3 ribu.

Museum WR. Soepratman

9. Museum WR. Soepratman

Di Museum WR. Soepratman ini Anda dapat melihat tulisan asli WR. Soepratman saat membuat lagu Indonesia Raya pada awalnya serta menyaksikan biola historis yang menemaninya saat membuat beberapa lagu kebangsaan.

Lokasi museum juga berdekatan dengan makam salah satu pahlawan Indonesia ini.

Anda dapat menjumpai museum ini di Jln. Mangga Tambaksari, Surabaya.

Pusat Sepatu Wedoro

10. Pusat Sepatu Wedoro

Wedoro terkenal dengan industri sepatunya. Banyak orang datang ke tempat ini dan menjadi pelanggan setia atas produk-produk sepatu yang dihasilkan tempat ini.

Anda akan mendapati lebih dari 210 toko di kawasan pusat sepatu Wedoro.

Terletak di Kecamatan Waru – Sidoarjo, daerah perbatasan Surabaya, desa Wedoro saat ini telah bertransformasi menjadi pusat industri kerajinan sandal dan sepatu.

Pasar Turi Surabaya

11. Pasar Turi Surabaya

Pasar Turi adalah pasar grosir di Surabaya. Anda dapat menemukan banyak barang di pasar ini. Inilah tempat wisata belanja di Surabaya paling memikat, harga yang murah dan ketersediaan barang yang lengkap adalah daya tarik utamanya. Pasar Turi ini terbagi atas dua segmen, yaitu pasar Turi lama dan pasar Turi baru. Masing-masing bangunan terdiri dari 3 lantai.

Lantai bawah pasar Turi adalah lantai yang khusus menjual makanan dan minuman khas Surabaya seperti rujak, cendol, dan beberapa kue-kue tradisional Jawa Timur.

Sementara lantai 2 dan 3 menjual berbagai barang garmen, elektronik, peralatan rumah tangga, sepatu, dan masih banyak lagi.

Klenteng Hong Tiek Hian

12. Klenteng Hong Tiek Hian

Klenteng Hong Tiek Hian adalah klenteng tertua di Surabaya yang dibangun oleh pasukan Tartar pada zaman Khu Bilai Khan di masa awal Kerajaan Majapahit.

Anda dapat menjumpai klenteng ini di Jl. Dukuh, di kawasan Surabaya Utara, tepatnya di daerah Pecinan.

Di klenteng ini sering diselenggarakan acara-acara tradisional Cina, misalnya pertunjukkan wayang Pho Tee Hi. Terlebih lagi pada saat hari perayaan Imlek. Tempat wisata Surabaya yang satu ini selalu ramai dikunjungi setiap harinya.

Sumber Gambar dan Artikel

Tips Mengemudi Saat Hujan

Tips Mengemudi Saat Hujan

 

Mengemudi Saat HujanBerkendaraan nyaman sangatlah menyenangkan, namun ada baiknya melihat kondisi akan membuat Anda lebih waspada. Berkendaraan dalam keadaan hujan sangatlah berbeda dengan keadaan cerah, oleh karena itu tidak ada salahnya jika Anda menyimak tips berkendaraan saat hujan seperti dikutip goodyear-indonesia, Selasa (24/4/2007).

1. Periksalah Ban Secara Rutin

Ban adalah salah satu faktor utama dalam sebuah kendaraan, tidak ada salahnya jika Anda selalu melakukan pemeriksaan rutin. Hal yang harus Anda perhatikan yaitu tekanan ban. Periksalah tekanan udara ban Anda sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan. Cek kedalaman alur, karena dengan kedalaman yang cukup akan menghindari mobil tergelincir (slip) atau melayang di atas air (aquaplaning).

2. Kurangi Kecepatan

Pada saat hujan, air bercampur dengan oli di atas permukaan jalan, sehingga akan membuat jalan tersebut menjadi lincin dan membuat ban menjadi slip. Cara terbaik untuk menghindari hal tersebut adalah mengurangi kecepatan. Karena, dalam kondisi kecepatan rendah akan lebih banyak alur ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, dan membuat daya cengkram ban lebih baik.

3. Jaga Jarak dengan Mobil di Depan

Mengemudi di cuaca basah mengharuskan cara yang halus dalam menggunakan control-kontrol utamakemudi, pedal-pedal kopling, rem dan gas. Ketika Anda bepergian dalam cuaca basah, mungkin sepatu Anda juga basah dan dapat terpeleset dari pedal. Gosokkan sol sepatu ke alas karet di mobil Anda sebelum menghidupkan mesin. Setiap pengemudi harus selalu memeriksa lampu depan, lampu belakang, lampu rem dan lampu tanda berbelok (lampu sen) semuanya berfungsi dengan baik. Di jalan yang basah dibutuhkan jarak pengereman tiga kali lebih panjang daripada di jalan yang kering. Karena dibutuhkan jarak yang lebih besar, Anda tidak menempel ke mobil di depan (tailgate). Sekurang-kurangnya pertahankan jarak dua kali panjang mobil di antara Anda dan mobil di depan.

4. Hidupkan Lampu

Hidupkan lampu depan, meskipun hujan tidak terlalu lebat. Lampu ini tidak saja membantu Anda melihat jalan tetapi juga membantu pengemudi lain melihat Anda. Jika mobil Anda di lengkapi daytime running lights, hidupkanlah agar kendaraan di belakang Anda dapat melihat Anda dengan lebih baik. Jika Anda ingin berhenti, hindari rem mendadak tetapi kurangi kecepatan kendaraan.

5. Persiapkan Perjalanan Anda dengan Baik

Mengemudi dalam cuaca basah mengharuskan cara yang halus dalam menggunakan kontrol-kontrol utamakemudi dan pedal-pedal kopling, rem dan gasserta kesiapan yang lebih besar dalam mengantisipasi kesalahan orang lain ataupun kondisi darurat. Bila hujan sudah turun sebelum Anda berangkat, mungkin sekali tapak sepatu Anda sudah basah. Gosok-gosokkan solnya pada karpet atau alas karet di mobil sebelum Anda menghidupkan mesin. Setiap pengemudi harus selalu memeriksa apakah lampu depan, lampu belakang, lampu rem dan lampu tanda berbelok semua berfungsi dengan baik.

6. Jika Hujan Sangat Lebat, Berhenti Saja

Hujan yang lebat akan membebani penghapus kaca (wiper), sehingga kaca depan selalu tertutup air. Bila pandangan ke depan sangat terbatas sehingga Anda tidak bisa melihat batas-batas jalan ataupun kendaraan-kendaraan yang lain, itu tandanya Anda harus meminggir dan berhenti sampai hujan reda. Carilah tempat peristirahatan atau tempat-tempat aman lainnya. Kalau Anda terpaksa berhenti di pinggir jalan, berhentilah ke pinggir sekali. Hidupkan lampu depan dan lampu hazard untuk membuat pengemudi-pengemudi lain waspada.

7. Hujan Awal Membuat Jalan Sangat Licin

Bila hujan baru saja turun, biasanya jalan menjadi sangat sulit dikuasai karena lumpur dan minyak di jalan yang kering kini bercampur dengan air dan membentuk lapisan yang sangat licin. Kontrol atas mobil akan berkurang, oleh sebab itu pengemudi harus berhati-hati selama setengah jam pertama setelah hujan mulai turun.

8. Keringkan rem Anda setelah melewati genangan air.

Setelah melalui genangan air yang dalam dan rem Anda mungkin basah, tekanlah pedal rem sedikit untuk mengeringkannya.

9. Berhenti Mengemudi Bila Merasa Sangat Lelah

Berhentilah sekurang-kurangnya setiap beberapa jam sekali atau setelah beberapa ratus kilometer untuk berisirahat.

Gedung Negara Grahadi

 

Gedung Negara Grahadi adalah salah satu bangunan di Surabaya  yang sarat akan nilai sejarah. Dibangun pada tahun 1795 oleh seorang Residen bernama Dic Van Hogendorp (1794 – 1798). Tanah yang dibeli dari saudagar China tersebut oleh Hogendorp dianggap seperti rumah sendiri. Ketertarikannya terhadap Jembatan Merah membut ia ingin tinggal di kawasan ini. Hogendorp menghabiskan 14.000 ringgit untuk membangun hunian bernuansa rumah kebun. Sayangnya, di atas tanah yang bukan menjadi bagian dari wilayah kekuasaannya tersebut ia hanya menikmati selama 3 tahun karena ditangkap dan dibawa ke Batavia. Setelah itu, Gedung Negara Grahadi berada di bawah kepemilikan pemerintahan Belanda.

Pada awal dibuatnya, Gedung Grahadi berada di sebelah utara menghadap Kalimas. Lokasinya berada di pinggiran kota. Pada masa itu Gedung Grahadi diperuntukkan sebagai rumah kebun untuk peristirahatan pejabat Belanda. Sesekali waktu, digunakan pula sebagai tempat pertemuan atau pesta. Keindahan tampak pada sore hari, sambil minum-minum teh penghuninya dapat melihat kesibukan di sungai Kalimas. Tampak perahu dan kapal para pedagang hilir-mudik menelusuri kali tersebut. Tampak para saudagar dan pedagang kaya yang  datang dan pergi untuk sekedar menaikkan atau menurunkan barang dagangan mereka ke kapal. Keindahan Kalimas yang awalnya dapat dinikmati dari gedung ini memudar ketika diubah letaknya menghadap ke selatan (1802). Jenderal Daendels, pernah melakukan perbaikan pada gedung Grahadi ketika ia mengunjungi Surabaya pada tahun 1810. Daendels ingin Grahadi menjadi sebuah Istana.

Gedung yang kini menjadi Kantor Gubernur Jawa Timur tersebut memiliki luas 76.885 meter persegi dan terdiri dari dua lantai dengan ornament gaya Romawai. Bangunan yang dibuat pada 1929 sampai 1931 di arsiteki seorang Belanda bernama Ir. W. Lemci. Gedung ini pernah menjadi tempat perundingan Presiden Soekarno dengan Jenderal Hawtorn pada Oktober 1945 untuk mendamaikan pertempuran pejuang dengan pasukan sekutu. Dari gedung ini juga pada 9 November 1945 pukul 23.00 WIB Gubernur Suryo memutuskan menolak ultimatum menyerah tanpa syarat pada Inggris. Penolakan tersebut berakhir dengan kematian Gubernur Suryo  dan dua polisi pengawalnya pada 10 November 1945, atau tepatnya sehari setelah perudingan tersebut. Untuk mengenang jasanya maka dibangun Monumen Gubernur Suryo yang berada di jalan Gubernur Suryo.

Sejak tahun 1991, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka Gedung Grahadi sebagai destinasi wisata. Kantor yang letaknya berada di seberang Tugu Pahlawan  ini mempertahankan berbagai ornamen dan bentuk asli. Kita bisa melihat ruangan-ruangan yang dulu digunakan sebagai kantor dan tempat istirahat para pejabat Belanda. Selain itu wisatawan akan menjumpai gaya arsitek yang artistik pada dinding-dinding ruangan. Para pengunjung dapat mengajak keluarga untuk melihat dari dekat keindahan gedung yang sarat akan nilai edukasi dan sejarah. Selama berada di Surabaya, Anda bisa menginap di Singgasana Hotel, Hotel Oval, atau Hotel Tilamas.

Sumber

Monumen Jalesveva Jayamahe

 

Monumen Jalesveva Jayamahe yang terletak diujung Utara Surabaya menampilkan sosok Perwira TNI Angkatan Laut berpakaian PDU – 1 lengkap dengan pedang kehormatan menatap ke arah   laut  berdiri tegak di atas bangunan gedung dengan  ketinggian  keseluruhan  mencapai 60,6 m. Menggambarkan generasi penerus dengan penuh keyakinan dan kesungguhan siap menerjang ombak badai menuju arah yang telah ditunjukkan yaitu cita-cita bangsa Indonesia.

Kata Jalesveva Jayamahe itu sendiri merupakan semboyan dari TNI-AL yang memilki arti di laut kita jaya. Material monumen terbuat dari tembaga dan arsiteknya adalah I Nyoman Nuarte. Seniman yang juga menggubah patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Bangunan pondasi Monjaya terdiri dari 4 lantai. Yang paling atas adalah di tempat menapaknya kaki patung perwira. Dari sana kita bisa melihat dengan lapang seluruh dermaga Tanjung Perak.

Di depan Monumen Jalesveva Jayamahe terdapat sebuah Gong ukuran raksasa bernama “Kyai Tentrem”. Berdiameter 6 meter dan beratnya 2 ton. Bahan-bahan tembaga yang tersisa dari proses konstruksi patung akhirnya dibuatkan gong untuk acara peresmiannya.

Monumen dengan ketinggian 31 meter ini berdiri di atas bangunan setinggi 29 meter, bukan hanya sekedar sebagai pemanis aja loh. Tapi Patung itu juga berfungsi sebagai mercusuar pemandu bagi kapal – kapal yang melintas di laut sekitarnya. Monjaya dibangun sejak 1990 dengan biaya Rp. 27 Milyar. Sang Kolonel itu berangka baja dan berkulit tembaga, dirancang oleh pematung kenamaan asal Bandung, Nyoman Nuarta.

Ada juga maket Koarmatim dengan skala 1 : 1200. Sebanyak tujuh buah maket kapal dengan berbagai ukuran diletakkan di ruangan bundar tersebut. Salah satunya Kapal Selam KRI Pasoepati yang kini di gunakan sebagai Monumen Kapal Selam (Monkasel) di Jalan Pemuda Surabaya. Memasuki Lantai dua, Koleksi yang ditampilkan lebih beragam. Tembok sisi timur dihiasi pigura berukuran 10 dan 12 R, yang ada gambarnya seluruh kapal perang yang ada di Koarmatim. Di lantai itu juga ada ruang berisi foto – foto khusus kesatuan.

Gedung penopang dibuat dari beton bundar empat lantai. Pada bagian dinding gedung itu, dibuat diorama sejarah kepahlawanan TNI – AL sejak zaman prarevolusi fisik sampai 1900-an.

Fungsinya adalah sebagai museum TNI – AL sekaligus tempat rapat. Saat ini, baru dua lantai yang sudah berfungsi sebagai museum. Di lantai satu, pengunjung bisa melihat poster –poster tentang pembangunan Monjaya.

Melalui jalan darat, Monjaya bisa diakses lewat 2 jalur. Pertama lewat Jl. Perak Timur menuju Jembatan Petekan, sedangkan jalur kedua lewat Jl. Sidotopo. Kedua jalur ini akan berujung di Pintu Gerbang Armatim

Disarankan sebelum mengunjungi kawasan Monjaya ini terlebih dulu menghubungi pihak Dinas Pembinaan Potensi Maritim Armatim (DISPOTMAR KOARMATIM).

Dalam perjalanan masuk ke Monjaya kita akan melewati beberapa penjagaan TNI AL karena posisi patung tersebut berada di basis Armada Timut TNI AL. Wajar aja kan ribet? karna di kawasan tersebut ada banyak rahasia negara yang nggak boleh diketahui sembarang orang.

Tapi nggak sulit koq buat kamu yang pengen mengunjungi Monjaya ini. Asal berkoordinasi dengan Humas Dinas Pembinaan Potensi Maritim Koarmatim (Dispotmar Koarmatim), Plek Rajawali Denmako Ujung Surabaya. Pemimpin pengunjung rombongan atau perorangan juga wajib mengajukan surat permohonan yang ditujukan Kepada Pangarmatim dengan tembusan dibuat rangkap Tujuh, seperti contoh surat Permohonan ijin mengadakan Kunjungan dibawah ini. Cuman itu aja koq syaratnya.

Monjaya : Monumen Tertinggi Kedua Setelah Liberty

Tak kalah dengan New York yang memilki kebanggaan Patung Liberty, Surabaya punya Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya). Patung ini pun disebut – sebut tertinggi kedua di dunia setelah Patung Liberty yang berada di mulut pelabuhan New York, dengan ketinggian 85 meter. Hmm…penasaran, pengen tau apa aja yang bisa kita lihat di sana?

Sumber

Taman Bungkul Surabaya

 

Taman Bungkul berlokasi di Jalan Raya Darmo Surabaya, taman ini terletak di area sekitar 900 meter persegi dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti amfiteater dengan diameter 33 M, jogging track, taman bermain anak-anak dan lahan untuk papan luncur. Selain itu, taman ini juga difasilitasi dengan akses internet nirkabel.

Taman Bungkul diambil dari nama Mbah Bungkul, dimana makam beliau juga terletak pada taman ini. Mbah Bungkul adalah julukan untuk Ki Supo, seorang ulama di kerajaan Majapahit (abad XV), yang juga saudara ipar Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Taman Bungkul sudah seperti jantung kota Surabaya. Taman ini sekarang menjadi taman wisata bagi mereka yang ingin menikmati suasana hijau di tengah kota. Beberapa acara juga sering di gelar ini taman ini bagi kegiatan hiburan atau kebudayaan

Di bagian belakang taman, terdapat beberapa warung yang menawarkan menu khas Surabaya, seperti Rawon, Soto, Bakso dan banyak lagi. Taman Bungkul selalu ramai dikunjungi dari pagi hingga malam hari dan menjadi bagian dari kota Surabaya yang pantas untuk dibanggakan.

Sumber Artikel

Sumber Foto