Wisata Pantai Pulau Merah

Wisata Pantai Pulau Merah

 

Pantai-Pulau-Merah-BanyuwangiPantai Pulau Merah di Banyuwangi mungkin terdengar asing di telinga sebagian wisatawan domestik. Popularitasnya mungkin saja tidak terkenal seperti kawasan wisata Batu Malang atau wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung. Tetapi, salah satu pantai unik di Banyuwangi ini begitu populer di kalangan masyarakat Jawa Timur. Juga, merupakan salah satu destinasi yang disukai wisatawan asing terutama pecinta olahraga selancar (surfing).

Pantai Pulau Merah, masyarakat lokal sering menyebutnya sebagai Pulo Merah, terletak di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Meski dinamakan dengan “Pulau Merah”, salah satu tempat wisata di Banyuwangi ini sesungguhnya memiliki hamparan pasir berwarna putih agak kecoklatan. Tetapi pada ketika musim kemarau tiba, maka kawasan pantai ini akan terlihat kemerahan.

Pantai Pulau Merah Banyuwangi memiliki keunikan pada sebuah bukit kecil yang terletak tak jauh dari bibir pantai. Dengan latar bukit setinggi 200 meter dan berwarna kemerahan inilah yang menyebabkan pantai tersebut dikenal sebagai Pantai Pulau Merah. Bukit ini diselimuti oleh tumbuhan hijau yang mampu menutupi warna merahnya. Anda dapat menaiki bukit tersebut pada ketika air laut sedang surut. Selain itu, terdapat bebatuan karang yang berada di sekitar bukit kecil ini.

1

Alamat Pantai Pulau Merah: Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -8.596576,114.027416

Kawasan wisata Pantai Pulau Merah saat ini dikelola oleh Perum Perhutani II Jawa Timur. Terletak di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, di sekitar pantai ini terdapat tempat ibadah umat Hindu dalam melangsungkan ritual Mekiyis.

Eksistensi pantai ini juga tak lepas dari kisah mistis dan mitos yang mengitarinya. Pantai Pulau Merah diyakini oleh beberapa pihak memiliki kandungan emas. Ada pula yang mengisahkan bahwa terdapat sebuah paku bumi yang dapat ditemukan dalam gunung yang terletak di seberang pantai tersebut.

Kisah mitos lainnya adalah bahwa siapapun yang dapat memasuki sebuah goa yang berada di Pulau Merah, maka akan memperoleh rezeki yang berlimpah. Ada pula yang mengisahkan bahwa terdapat pancaran cahaya berwarna merah yang menyebabkan pantai ini berwarna merah sehingga akhirnya dinamakan sebagai Pantai Pulau Merah.

Kegiatan Menarik di Pantai Pulau Merah

Pantai Pulau Merah di Banyuwangi adalah salah satu yang terkenal di Jawa Timur. Pantai ini disukai sebagai salah satu destinasi wisata keluarga yang menarik, juga merupakan tempat favorit untuk menikmati senja dan angin khas pantai, berfoto, bermain pasir, berjemur, dan sebagainya. Untuk dapat masuk ke lokasi pantai, Anda harus membayar biaya tiket masuk Pantai Pulau Merah sebesar Rp 2.500 per orang.

Banyuwangi Pulau Merah Selancar_27052014182518Banyak turis mancanegara dan tak kurang pula kalangan domestik mengunjungi Pantai Pulau Merah untuk tujuan berselancar. Ombak di Pantai Pulau Merah ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur dan Indonesia sehingga cocok untuk kegiatan surfing. Beberapa even selancar internasional pernah diselenggarakan di pantai ini.

Ombak laut yang tinggi dapat ditemui pada medio April – Mei hingga September – Desember. Anda dapat mempelajari cara berselancar di Pantai Pulau Merah dengan ketinggian ombak yang berkisar dari 2 hingga 5 meter.

Pantai-Pulau-Merah_Kawasan pantai ini juga ditunjang dengan fasilitas yang baik, diantaranya payung dan tempat berjemur yang disewakan oleh pihak pengelola. Terdapat sejumlah hotel dan fasilitas akomodasi di kawasan pantai Banyuwangi yang satu ini. Pantai Pulau Merah juga dekat dengan Gunung Tumpang Pitu serta berada segaris dengan Pantai Plengkung. Anda dapat bersantai di pantai ini sembari menikmati angin pantai dan menyaksikan panoramanya yang indah. Dengan garis pantai sepanjang hingga 3 km, bebatuan karang di pantai ini menambah daya pikatnya yang eksotik selain bebukitan hijau yang terlihat asri.

Di kala hari petang, Anda dapat menyaksikan keindahan sunset (matahari tenggelam) di Pantai Pulau Merah. Pesona sunset di pantai ini terbilang indah. Area sekitar pantai juga bersih dengan tekstur pasirnya yang halus. Inilah sebab, beberapa kalangan penikmat perjalanan menganggap Pantai Pulau Merah sebagai sebuah kombinasi indah dari Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak di Bali.

lautmerah5

Hotel di Pantai Pulau Merah

Sebagai salah satu kawasan wisata populer di Banyuwangi, Anda dapat dengan mudah menjumpai sejumlah hotel dekat Pantai Pulau Merah. Selain hotel, ada pula guest house hingga homestay yang dapat Anda pilih. Beberapa penginapan di area Pantai Pulau Merah yang berjarak dekat dan populer, di antaranya Kumala Hotel, Gelora Atlit Banyuwangi Guest House, Hotel Mahkota Plengkung Banyuwangi, serta Hotel Ketapang Indah.

Anda dapat menghubungi pihak hotel di sana atau mencari hotel dekat Pantai Pulau Merah ini secara online. Salah satu booking online yang populer di kalangan penikmat perjalanan adalah AGODA.

Rute Perjalanan ke Pantai Pulau Merah

Jika Anda berada di kota Banyuwangi, maka rute perjalanan akan menempuh jarak sekitar 80 km menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam untuk dapat sampai di pantai ini. Di sepanjang perjalanan, tersedia rambu-rambu penunjuk yang akan mengarahkan Anda menuju kawasan wisata Pantai Pulau Merah ini. Jarak tempuh sekitar 2,5 jam dari kota Banyuwangi. Jika Anda menggunakan angkutan umum, ambillah kendaraan dengan jurusan Pesanggaran. Setiba di pasar Pesanggaran, lanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa ojek menuju lokasi pantai.

Bila Anda memulai rute perjalanan dari Jember, turunlah di terminal Jajag. Kemudian dari sana Anda dapat menaiki bis jurusan Pesanggaran.

Silahkan hubungi kami jika anda membutuhkan jasa Sewa – Rental Mobil Di Surabaya Yang Siap Melayani 24 Jam.

Untuk Info Selengkapnya Hubungi :

D’BEST RENTCAR ~ CV.PRASETYA PRATAMA

logo home2  Jl. Jambangan Kebon Agung Tol No 03 Surabaya-60232.

2  Office : 031- 8296090, 031-40000077

hgfjfgj 081358979797 ~ 085866585858

fsg D649A9ED

ryryuyrdbestrentcar@gmail.com

Wisata Gunung Bromo

Wisata Gunung Bromo

 

Wisata-Gunung-BromoWisata Gunung Bromo adalah destinasi wisata yang dikenal luas, baik dari wisatawan domestik maupun para penikmat perjalanan dari mancanegara. Gunung Bromo memiliki karakter alam yang menawan, hamparan lautan pasir yang luas, udara segar, dan berhawa dingin. Inilah yang membuat wisata Gunung Bromo disukai para wisatawan. Di puncak Bromo, Anda dapat mendapatkan pemandangan matahari terbenam (sunset), salah satu yang paling memikat di Indonesia.

Gunung Bromo adalah salah satu bagian yang membentuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, memiliki ketinggian 2.392 meter dpl. Gunung ini merupakan gunung api aktif, dikeliling lautan pasir seluas 10 km2. Secara administratif, Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur dan masuk ke dalam empat teritori pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Wisatawan Asing di Gunung Bromo

Satu hal yang wajib diketahui adalah suhu udara di puncak Gunung Bromo dapat berkisar antara 2º hingga 20º Celcius. Kondisi ini adalah bagian unik yang ada di salah satu tempat paling menarik di Jawa Timur ini. Waktu terbaik untuk mengambil perjalanan wisata ke Gunung Bromo adalah pada medio Juni – Oktober. Periode bulan ini adalah musim kemarau di daerah Gunung Bromo.

Dengan demikian, Anda dapat melakukan eksplorasi wisata Gunung Bromo secara lebih leluasa, memberi rasa aman dan kenyamanan dalam perjalanan wisata tersebut. Namun, kunjungan wisata Gunung Bromo juga memperlihatkan statistik yang cukup ramai pada periode waktu selain Juni – Oktober.

Pesona Wisata Gunung Bromo

Mengapa Gunung Bromo dikagumi banyak kalangan sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Timur yang favorit? Di kalangan pencinta wisata gunung, tujuan wisata ke Bromo adalah salah satu yang masuk dalam daftar kunjungan mereka. Jika Anda telah tiba di puncak Gunung Bromo, Anda akan menyaksikan kawah berdiameter 600 m, sebuah pemandangan yang menawan.

Panorama sunset Gunung Bromo

Di Puncak Penanjakan, salah satu spot wisata yang ada di Gunung Bromo, Anda dapat menyaksikan terbenamnya matahari (sunset). Ini adalah panorama alam paling memikat yang akan Anda peroleh di tempat wisata alam Jawa Timur ini. Maka dari itu, Puncak Penanjakan banyak dikenal wisatawan sebagai tempat melihat sunset paling memikat di Gunung Bromo.

Juga, hamparan pasir yang begitu luas laksana gurun terlihat sungguh mengagumkan di Bromo. Ketika matahari mulai kembali ke peraduannya, lautan pasir Gunung Bromo ini terlihat menawan dengan rona jingga menyelimutinya.

Pemandangan indah ini bahkan dapat Anda saksikan dari Cemorolawang, sebuah pintu masuk ke area wisata Gunung Bromo ini.

Berkuda keliling Gunung BromoKegiatan Wisata Gunung Bromo

Selain sunset di puncak Gunung Bromo, Anda juga dapat mengambil pilihan kegiatan seperti berkuda. Ya, berkuda di atas hamparan pasir luas.

Jika Anda tidak suka berkuda, maka menyewa jeep adalah cara yang paling mudah dilakukan untuk dapat mengunjungi beberapa spot wisata Gunung Bromo. Anda dapat menghubungi pihak Paguyuban Jeep Bromo untuk keperluan ini, dapat ditemui di dekat pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Naik Jeep keliling Gunung Bromo

Naik Jeep keliling Gunung Bromo

Anda akan ditawari sejumlah pilihan rute yang dapat diambil. Semakin banyak rute yang ingin Anda tempuh, maka biayanya juga semakin besar.

Di Bromo, terdapat masyarakat dari suku Tengger yang mendiami kawasan wisata tersebut. Anda dapat melihat tontonan menarik di sini, yakni saat berlangsung Kasodo Festival. Inti acara ini adalah memohon berkat dari Yang Maha Kuasa agar panen berlimpah dan jauh dari bencana penyakit.

Transportasi dari/ke Gunung Bromo

Untuk dapat tiba di wisata Gunung Bromo, maka Anda harus tiba di bandara udara Juanda Surabaya, Jawa Timur. Ini jika Anda memang menempuh perjalanan udara. Dari bandara tersebut, Anda dapat memesan kendaraan yang akan mengantarkan Anda ke kawasan wisata Bromo. Anda akan menmpuh rute perjalanan ke Gunung Bromo, dimulai dari Surabaya – Pasuruan – Wonokitri – Gunung Bromo. Perjalanaan ini membutukan waktu 2 – 3 jam.

Perlu diketahui, terdapat beberapa rute perjalan untuk dapat sampai di Gunung Bromo.

1. Rute Pasuruan – Warung Dowo – Tosari – Wonokitri – Gunung Bromo, jarak perjalanan 71 km
2. Rute Malang – Tumpang – Gubuk Klakah – Jemplang – Gunung Bromo, jarak perjalanan 53 km
3. Rute Malang – Purwodadi – Nongkojajar – Tosari – Wonokitri – Penanjakan, jarak perjalanan 83 km

Jika Anda memulainya lewat Probolinggo dan menggunakan angkutan umum , maka Anda dapat tiba di kawasan wisata Gunung Bromo ini via Cemorolawang. Gunakan bus dari Surabaya atau kota lainya dan turun di terminal Kota Probolinggo, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan naik Elf menuju Cemorolawang. Pastikan Anda tidak kesorean saat tiba di terminal Probolinggo, karena kendaraan Elf berangkat tatkala kuota penumpang sudah terpenuhi. Lain cerita jika Anda menyewa kendaraan sendiri untuk ke Bromo.

Tangga Naik ke Puncak Gunung BromoAda tiga pintu masuk di Gunung Bromo, yakni di Desa Cemorolawang (jika Anda mengambil rute lewat Probolinggo), Desa Ngadas (jika Anda mengambil rute lewat Malang), dan Desa Burno (jika Anda mengambil rute lewat Lumajang). Pastikan perhitungan waktu Anda tidak meleset saat tiba di Gunung Bromo, karena Anda harus dapat menyaksikan panorama indah matahari terbit di puncak gunung ini. Jika Anda ingin lebih fleksibel, Anda dapat menginap di salah satu hotel di Prigen, Tretes atau mengambil homestay yang ada di Cemorolawang yang berjarak dekat dengan Gunung Bromo.

Hotel dan Penginapan Kawasan Wisata Gunung Bromo

Kawasan wisata Gunung Bromo telah difasilitasi dengan akomodasi yang baik. Tersedia penginapan, hotel, restoran, dan kios-kios souvenir di sana. Ada sejumlah guesthouse dan hotel murah di seputaran wisata Bromo.

Jika Anda ingin agar jarak tempuh ke puncak Bromo tidak jauh, maka Anda mungkin suka untuk mengambil penginapan murah yang ada di Cemorolawang. Sebab, desa ini terletak di lereng kawah. Jika waktu Anda fleksibel, Anda dapat mengambil hotel atau guesthouse yang ada di Tretes, Pasuruan, atau Malang. Kota-kota ini memiliki jarak tempuh yang dekat ke Bromo.

Sumber Gambar dan Artikel

Taman Hiburan Surabaya

 

Sarana hiburan rekreasi yang modern, lengkap dan canggih disediakan oleh pihak pengelola taman hiburan Warwick Amusement Group Indonesia. Salah satu diantaranya adalah Taman Remaja Surabaya yang diwakili oleh PT. Star Taman Remaja Surabaya yang berada di jalan Kusuma Bangsa, dengan area seluas 16.910 m2.Dengan usianya yang lebih dari 30 tahun, Taman Remaja Surabaya semakin profesional dalam menangani kinerja dari setiap fasilitas dan arena permainan yang tersedia. Hal ini demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin menikmati hiburan dan rekreasi di Taman Remaja Surabaya.
Di area yang cukup luas tersebut Taman Remaja Surabaya menyediakan beberapa fasilitas yaitu :

  • 16 permainan anak-anak dan dewasa atraksi mesin permainan/ Fun Fair (Boom Boom Car, Ghost House, Shooting Galery, Merry Go Round, Twin Dragon, Twist Aldin, Mini Train, Ball Pool dan sebagainya).
  • 2 Panggung Hiburan (Panggung Utama dan Panggung Garuda) dimana anda dapat menikmati pagelaran musik besama artis lokal dan Jakarta dalam berbagai aliran musik pop, hop hop, R & B, dangdut, rock dan sebagainya. Dan ada yang menarik di panggung hiburan ini, yatu adanya ajang unjuk kebolehan para waria dalam bersolek, bernyanyi dan berlenggak-lenggok dalam acara waria show.
  • 4 cafe dan restaurant (Melody Cafetaria, Rainbow Cafetaria, Remaja Ice Cream dsb) dimana disajikan aneka menu makanan baik Indonesian Food, Chinese dan Western Food. Serta tersedia pula aneka minuman soft drink, ice cream, fruit juice. Dengan letak cafe dan restaurant yang tersebar secara merata sehingga memberi kemudahan bagi yang ingin beristirahat dan menikati sajian makanan dan minuman.
  • Tersedia pula fasilitas umum gerai fotografi, cinderamata, musholla, ruang bantuan medis, telepon umum, area parkir, toilet dan kantor informasi. Taman Remaja Surabaya memberikan sesuatu yang sangat menarik, murah, meriah dan memuaskan bagi para pengunjungnya.

 

Taman Remaja Surabaya

Buka pada hari,Sabtu – Minggu, dan

Hari Besar : 09.00 – 22.00 bbwi

Jl. Kusuma Bangsa 112-114 Surabaya, 60136
Tep. 031-5322748 / 5344486
Fax. 031- 5450372

Taman Remaja Surabaya

 

Surabaya mempunyai destinasi wisata taman hiburan yang mewadahi seniman-seniman kota Surabaya. Namanya Taman Remaja Surabaya atau dulu dikenal dengan THR. Dulu tempat ini populer pada tahun 1990-an, namun kini hampir terlupakan.

Dulu tempat ini menjadi taman hiburan satu-satunya di kota Surabaya. Tahun 90-an tempat ini cukup populer, namun kini semua orang hampir melupakan keberadaan TRS.

Benar benar sedih ketika mulai masuk ke komplek taman kesenian tradisional yang satu ini. Suasana gelap dengan pencahayaan yang minim mungkin membuat sedikit orang akan bertanya-tanya apakah benar ini adalah tempat wisata?

Terletak tepat di belakang pusat pertokoan gadget Hitech Mall. Sebenarnya tempat yang cukup strategis apabila kita akan kesana. Namun, tak banyak orang tahu pula jika tepat di belakang gedung megah dengan segala kecanggihan-kecanggihan gadget yang dijual disitu.

Ada sekumpulan seniman-seniman Jawa Timur yang teriak karena terhimpit budaya-budaya luar yang mulai merongrong keaslian budaya kita. Kali ini saya sempatkan untuk jalan-jalan ke Taman Hiburan Surabaya atau yang lebih dikenal dengan TRS. Tempat ini sempat berjaya di tahun 80-90an katanya.

Dulu ada sebuah danau dimana dulunya pengunjung bisa naik perahu. Namun miris, danau itu tak lebih dari genangan air yang keruh kehijauan. Ada perahu yang entah kenapa ia tak pernah berhenti menepi. Berjejer-jejer warung yang menawarkan makanan banyak yang tutup. Entah karena dagangan mereka yang telah terjual habis atau entah sudah tak ada lagi yang mereka jual karena semua makanan yang mereka jajakan sudah pada basi.

Berjejer gedung gedung kesenian yang sempat ramai hilir mudik para pengunjung untuk menikmati pertunjukan tradisional pun banyak yang tutup. Yaa.., bisa dibilang gulung tikar mulai dari gedung wayang orang, gedung srimulat,dll. Kini, semua tak lebih dari sebuah gedung tua yang terlihat menyedihkan.

Namun dari semua kisah menyedihkan dan keprihatinan itu. THR merupakan tempat berkumpulnya para seniman-seniman Surabaya yang masih yakin bahwa budaya itu masih harus tetap dipertahankan. Bagaimanapun dan apapun caranya, tetap di sekitaran Surabaya, tempat yang konon dulunya ramai dengan segala aktivitas keseniannya di tahun 90-an. Tempat berkumpulnya para seniman-seniman Surabaya berkumpul dengan segala kereyotannya.

Jalanan masih basah yang baru saja disirami tetesan air hujan dan sedikit gerimis, dengan kemacetannya menghantarkan saya ke sini. Tempat yang cukup strategis sebenarnya, tepat di belakang salah satu pusat gadget Surabaya Hitech mall.

Suasana gelap dengan minimnya penerangan pun saya terobos tanpa ampun. Entah untuk keberapa kalinya saya datang kesini. Namun, memang kondisinya tak banyak yang berubah. Ya begitulah, tersisihkan. Deretan gedung-gedung kesenian yang tak terpakai masih menyibakkan histori tentang kejayaannya.

Sebuah danau dengan panggung masih berdiri kokoh sendiri tanpa pernak pernik. Sebuah arena teater terbuka kini pun tak ubahnya kolam dengan genangan sisa air hujan yang baru saja turun. Sebuah pendopo yang luas sedikit ramai dengan segala keriuhan anak-anak kecil yang ria bermain.

Tujuan saya kali ini sebenarnya hanyalah untuk melihat salah satu pementasan kesenian asli Jawa Timur yaitu ludruk. Sebenarnya, pada episode sebelumnya saya juga datang kesini. Namun sayang sekali, pas kebetulan kesenian ludruk sedang tidak dimainkan.

Ya, karena memang ludruk hanya dimainkan satu kali dalam satu minggu pada hari Sabtu saja. Namun kali ini tanpa diduga dan tanpa saya sadari sebelumnya, ternyata ada kesenian lainnya yang akan dimainkan malam ini.

Sebuah kesenian masih Jawa Timuran yaitu kesenian jaranan, grup jaranan dari “SANGGAR DWI BUDOYO” mungkin tak perlu lagi saya gambarkan lagi. Bagaimana ketika kesenian jaranan dimainkan.

Bunyi gamelan serta kendang pun kian mengalun kencang ketika pertunjukan mulai dimainkan. Riuh ramai penonton pun menambah ramai suasana malam itu. Sangat berbeda sekali dengan suasana saat saya pertama kali masuk pintu gerbang THR. Ternyata di dalamnya masih ada yang hidup meskipun sedikit terseok-seok.

Setelah hampir 1 jam berlalu, waktu jua yang harus mengakhiri pertunjukan ini. Padahal seru, penari yang masih muda-muda. Setelah pentas jaranan berakhir, sekarang giliran pertunjukan utama yaitu Ludruk.

Jika tadi kesenian jaranan ditampilkan di pendopo yang cukup luas. Kali ini Ludruk ditampilkan di sebuah gedung kesenian ludruk tepat di samping pendopo. Hanya dengan tiket masuk sebesar Rp 5.000 kita bisa melenggang masuk dan menikmati kesenian ludruk.

Lampu penerangan sekedarnya. Mungkin hanya 2 lampu sorot yang diarahkan ke arah panggung yang menjadi penerangan. Bangku-bangku yang berjejer rapi pun segera terpenuhi oleh para penonton yang mayoritas sudah tua. Meskipun ada beberapa yang masih muda.

Kesenian ludruk kesenian yang menampilkan seni drama cerita-cerita kehidupan sehari-hari masyarakat. Yang diselingi dengan lawakan-lawakan khas ‘Suroboyoan’. Ludruk juga sempat menjadi alat propaganda ketika zaman penjajahan Jepang. Biasanya kesenian ludruk diawali dengan tarian Remo dengan gelang lonceng yang ditalikan pada kaki sang penari.

Sumber

Pantai Ria Kenjeran

 

Pantai Kenjeran menjadi salah satu magnet penarik dan menjadi daya pikat kota Surabaya bagi banyak orang di seluruh Indonesia bahkan dunia. Kota Surabaya yang terkenal sebagai salah satu pusat industri dan pusat perdagangan di Indonesia, ternyata juga memiliki salah satu kebanggaan lainnya di mana Surabaya juga di sebut sebagai kota Bahari, di mana kota ini memiliki kelebihan dalam perairannya. Julukan kota buaya yang memiliki wisata pantai yang menarik dan indah, di mana pantai Kenjeran memiliki pesona panorama  dan sumber daya lama yang tak kalah jika di bandingkan dengan susunan pantai di Bali ataupun di Jogja.

Sekarang ini, pantai Kenjeran di juluki Taman Hiburan Pantai Kenjeran karena di pantai ini juga terdapat beragam hiburan menarik untuk keluarga dan anak-anak. Pantai ini di fasilitasi dengan berbagai permainan anak, seperti komedi putar, prosotan, tangga lingkar, permainan jungkat jangkit dan permainan jenis outbond lainnya yang bisa mendukung asyiknya liburan keluarga yang juga tentu membutuhkan permainan untuk membuat anak-anak tidak mudah merasa bosan. Fasilitas ini sengaja di berikan oleh pemerintah agar minat dan animo masyarakat untuk datang mengunjungi pantai sendiri menjadi semakin besar di bandingkan harus keluar daerah atau keluar negeri untuk melihat dan menikmati keindahan pantai lain. Kebersihan dan keindahan lingkungan pantai pun selalu di usahakan agar tetap menarik hati wisatawan, meskipun terkadang, wisatawan local masih sering dan susah untuk di ingatkan membuang sampah mpada tempatnya.

Pihak pemerintah juga mengelola Kenjeran Park. Lokasi ini banyak menawarkan beberapa sarana hiburan seperti penyewaan peralatan olahraga, wisata air, religi dan banyak jenis lainnnya termasuk wisata pendidikan alam untuk anak-anak. Masih ada lagi,  tersedia pula fasilitas waterboom dan kolam renang yang bisa digunakan untuk dewasa dan anak-anak. Semua fasiltias ini di tujukan agar masyarakat semakin banyak yang datang dan mengunjungi serta menambah pendapatan daerah terutama di bidang pariwisata. Pantai Kenjeran memang merupakan panta wisatai andalan di Surabaya namun sayang kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan pantai masih sangat rendah, sehingga perlu usaha lebih dari pemerintah untuk pengelolaan pantai agar lebih sehat, layak dan menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Bibir pantai Kenjeran memang di tata seperti arsitektur China, dimana terdapat kya-kya atau nama tepian pantai yang menjadi cirikhas pantai ini, sehingga para wisatawan dari kawasan Asia Timur banyak yang tertarik untuk mengunjungi pantai in, seperti dari China, Korea, Jepang dan Thailand tercatat cukup banyak mengunjungi pantai Kenjeran dikarenakan penasaran dengan bangunan arsitektur bibir pantai tersebut. Apabila anda mengunjungi kya-kya ini pada malam hari, keindahannya akan semakin terpancar, dengan cahaya temaram dan tambahan lampion-lampion cantik khas negara tirai bambu membuat anda dan pasangan akan merasakan suasana romantis.

Selain itu, pantai Kenjeran juga sangat terkenal dengan pilihan kuliner  yang beragam dan bisa anda pilih sesuai dengan selera anda. Bisa anda menikmati keindahan pantai di malam hari sambil menikmati lezatnya makanan dari restoran-restoran seafood yang berjejer di sepanjang mata memandang. Bisa menikmati sate kerang, udang bakar atau apapun yang anda inginkan bersama dengan pasangan, sahabat dan keluarga. Pantai Kenjeran adalah salah satu aset berharga negara yang kita semua harus jaga agar tidak terabaikan dan tetap memberikan nilai lebih kepada negara, kepada perekonomian rakyat dan kepada nama baik Indonesia di mata dunia. Dengan demikian,  Indonesia bisa menjadi negara yang selalu bisa menjaga kelestarian alam dan lingkungannya salah satunya di pantai Kenjeran Surabaya.

Sumber

Sejarah Tugu Pahlawan

 

Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah* Kota Surabaya. Tinggi Tugu Pahlawan ada yang mengatakan 45 yard (41,13 meter) lalu 40,50 meter, beberapa orang juga menyebutkan 41,15 meter. Berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan yang terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945.

Tugu Pahlawan terletak persis di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar, yang dulunya adalah Kantor Raad Van Justititie atau Gedung Pengadilan Tinggi pada masa penjajahan Belanda.

Tujuan pembangunan Tugu Pahlawan adalah tak lain untuk mengenang sejarah perjuangan Arek-arek Suroboyo sekaligus seluruh masayarakat Indonesia yang ikut serta dalam mempertahankan kemerdekaan dalam momen bersejarah 10 Nopember 1945 di Surabaya.

Pendiri Tugu Pahlawan

Dalam Wikipedia bahasa Indonesia disebutkan Ada dua pendapat mengenai siapa yang menjadi pemrakarsa, sekaligus arsitek monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Menurut Gatot Barnowo, monumen ini diprakarsai oleh Doel Arnowo, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Besar Surabaya. Kemudian ia meminta Ir. Tan untuk merancang gambar monumen yang dimaksud, untuk selanjutnya diajukan kepada Presiden Soekarno.

Sedangkan menurut Ir. Soendjasmono, pemrakarsa monumen ini adalah Ir. Soekarno sendiri. Ide ini mendapat perhatian khusus dari Walikota Surabaya, Doel Arnowo. Untuk perencanaan dan gambarnya diserahkan kepada Ir. R. Soeratmoko, yang telah mengalahkan beberapa arsitektur lainnya dalam sayembara untuk pemilihan arsitek untuk membangun monumen ini.

Pada awalnya pekerjaan pembangunan Monumen Tugu Pahlawan ditangani Balai Kota Surabaya sendiri. Kemudian dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation, yang kemudian diteruskan oleh Pemborong Saroja. Monumen yang dibangun selama sepuluh bulan ini, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 10 November 1952.

Perjalanan menuju ke monumen ini tidaklah sulit, karena berada tepat di tengah kota Surabaya. Pada saat pertama kali masuk ke kawasan monumen bersejarah ini, Anda akan disambut dengan gerbang Candi Bentar dan juga sinyal tiga operator yang tersedia penuh yang siap untuk Anda gunakan, yang di antara lain Indosat, IM3 dan Axis. Sinyal ini tersedia penuh hingga sekitaran lapangan yang biasa digunakan untuk kegiatan upacara. Hingga masuk ke jalan utama Museum, kedua operator Indosat dan Axis masih menunjukkan kekuatan sinyalnya, sedangkan XL sudah mulai meredup satu dua bar sinyal.

Pada saat masuk ke dalam Museum, di lantai 1 Museum Monumen Tugu Pahlawan ini berisi tentang diorama Bung Tomo dan rekaman Bung Tomo pada saat mengorbankan semangat juang arek arek Suroboyo, semua operator kehilangan sinyalnya dan hanya meninggalkan pesan call emergency only. Anda hanya bisa melakukan pengecekan saldo pulsa Anda di dalam operator Anda, dan itu terkadang bisa dilaksanakan.

Beralih ke lantai dua yang tersimpan Diorama Statis I, II Koleksi Senjata, Koleksi Bung Tomo, Radio Bung Tomo, dan Lukisan, sinyal dari ketiga operator ini kembali menemukan sinyalnya. Sinyal ketiga operator ini kembali penuh di lantar ke 2 museum ini dan Anda kembali bisa melakukan panggilan dan mengirim pesan seperti biasanya.

Sesudahnya dari museum, Anda akan menemukan jalan keluar dari museum dan monumen ini dan Anda akan kembali disambut oleh ketiga sinyal dari ketiga operator tersebut dengan aktivitas penuh. Selebihnya di sekitar monumen, Anda tidak akan kembali sinyal dari ponsel Anda hingga Anda keluar di wilayah monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Sumber

 

Gedung Negara Grahadi

 

Gedung Negara Grahadi adalah salah satu bangunan di Surabaya  yang sarat akan nilai sejarah. Dibangun pada tahun 1795 oleh seorang Residen bernama Dic Van Hogendorp (1794 – 1798). Tanah yang dibeli dari saudagar China tersebut oleh Hogendorp dianggap seperti rumah sendiri. Ketertarikannya terhadap Jembatan Merah membut ia ingin tinggal di kawasan ini. Hogendorp menghabiskan 14.000 ringgit untuk membangun hunian bernuansa rumah kebun. Sayangnya, di atas tanah yang bukan menjadi bagian dari wilayah kekuasaannya tersebut ia hanya menikmati selama 3 tahun karena ditangkap dan dibawa ke Batavia. Setelah itu, Gedung Negara Grahadi berada di bawah kepemilikan pemerintahan Belanda.

Pada awal dibuatnya, Gedung Grahadi berada di sebelah utara menghadap Kalimas. Lokasinya berada di pinggiran kota. Pada masa itu Gedung Grahadi diperuntukkan sebagai rumah kebun untuk peristirahatan pejabat Belanda. Sesekali waktu, digunakan pula sebagai tempat pertemuan atau pesta. Keindahan tampak pada sore hari, sambil minum-minum teh penghuninya dapat melihat kesibukan di sungai Kalimas. Tampak perahu dan kapal para pedagang hilir-mudik menelusuri kali tersebut. Tampak para saudagar dan pedagang kaya yang  datang dan pergi untuk sekedar menaikkan atau menurunkan barang dagangan mereka ke kapal. Keindahan Kalimas yang awalnya dapat dinikmati dari gedung ini memudar ketika diubah letaknya menghadap ke selatan (1802). Jenderal Daendels, pernah melakukan perbaikan pada gedung Grahadi ketika ia mengunjungi Surabaya pada tahun 1810. Daendels ingin Grahadi menjadi sebuah Istana.

Gedung yang kini menjadi Kantor Gubernur Jawa Timur tersebut memiliki luas 76.885 meter persegi dan terdiri dari dua lantai dengan ornament gaya Romawai. Bangunan yang dibuat pada 1929 sampai 1931 di arsiteki seorang Belanda bernama Ir. W. Lemci. Gedung ini pernah menjadi tempat perundingan Presiden Soekarno dengan Jenderal Hawtorn pada Oktober 1945 untuk mendamaikan pertempuran pejuang dengan pasukan sekutu. Dari gedung ini juga pada 9 November 1945 pukul 23.00 WIB Gubernur Suryo memutuskan menolak ultimatum menyerah tanpa syarat pada Inggris. Penolakan tersebut berakhir dengan kematian Gubernur Suryo  dan dua polisi pengawalnya pada 10 November 1945, atau tepatnya sehari setelah perudingan tersebut. Untuk mengenang jasanya maka dibangun Monumen Gubernur Suryo yang berada di jalan Gubernur Suryo.

Sejak tahun 1991, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka Gedung Grahadi sebagai destinasi wisata. Kantor yang letaknya berada di seberang Tugu Pahlawan  ini mempertahankan berbagai ornamen dan bentuk asli. Kita bisa melihat ruangan-ruangan yang dulu digunakan sebagai kantor dan tempat istirahat para pejabat Belanda. Selain itu wisatawan akan menjumpai gaya arsitek yang artistik pada dinding-dinding ruangan. Para pengunjung dapat mengajak keluarga untuk melihat dari dekat keindahan gedung yang sarat akan nilai edukasi dan sejarah. Selama berada di Surabaya, Anda bisa menginap di Singgasana Hotel, Hotel Oval, atau Hotel Tilamas.

Sumber

Monumen Jalesveva Jayamahe

 

Monumen Jalesveva Jayamahe yang terletak diujung Utara Surabaya menampilkan sosok Perwira TNI Angkatan Laut berpakaian PDU – 1 lengkap dengan pedang kehormatan menatap ke arah   laut  berdiri tegak di atas bangunan gedung dengan  ketinggian  keseluruhan  mencapai 60,6 m. Menggambarkan generasi penerus dengan penuh keyakinan dan kesungguhan siap menerjang ombak badai menuju arah yang telah ditunjukkan yaitu cita-cita bangsa Indonesia.

Kata Jalesveva Jayamahe itu sendiri merupakan semboyan dari TNI-AL yang memilki arti di laut kita jaya. Material monumen terbuat dari tembaga dan arsiteknya adalah I Nyoman Nuarte. Seniman yang juga menggubah patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Bangunan pondasi Monjaya terdiri dari 4 lantai. Yang paling atas adalah di tempat menapaknya kaki patung perwira. Dari sana kita bisa melihat dengan lapang seluruh dermaga Tanjung Perak.

Di depan Monumen Jalesveva Jayamahe terdapat sebuah Gong ukuran raksasa bernama “Kyai Tentrem”. Berdiameter 6 meter dan beratnya 2 ton. Bahan-bahan tembaga yang tersisa dari proses konstruksi patung akhirnya dibuatkan gong untuk acara peresmiannya.

Monumen dengan ketinggian 31 meter ini berdiri di atas bangunan setinggi 29 meter, bukan hanya sekedar sebagai pemanis aja loh. Tapi Patung itu juga berfungsi sebagai mercusuar pemandu bagi kapal – kapal yang melintas di laut sekitarnya. Monjaya dibangun sejak 1990 dengan biaya Rp. 27 Milyar. Sang Kolonel itu berangka baja dan berkulit tembaga, dirancang oleh pematung kenamaan asal Bandung, Nyoman Nuarta.

Ada juga maket Koarmatim dengan skala 1 : 1200. Sebanyak tujuh buah maket kapal dengan berbagai ukuran diletakkan di ruangan bundar tersebut. Salah satunya Kapal Selam KRI Pasoepati yang kini di gunakan sebagai Monumen Kapal Selam (Monkasel) di Jalan Pemuda Surabaya. Memasuki Lantai dua, Koleksi yang ditampilkan lebih beragam. Tembok sisi timur dihiasi pigura berukuran 10 dan 12 R, yang ada gambarnya seluruh kapal perang yang ada di Koarmatim. Di lantai itu juga ada ruang berisi foto – foto khusus kesatuan.

Gedung penopang dibuat dari beton bundar empat lantai. Pada bagian dinding gedung itu, dibuat diorama sejarah kepahlawanan TNI – AL sejak zaman prarevolusi fisik sampai 1900-an.

Fungsinya adalah sebagai museum TNI – AL sekaligus tempat rapat. Saat ini, baru dua lantai yang sudah berfungsi sebagai museum. Di lantai satu, pengunjung bisa melihat poster –poster tentang pembangunan Monjaya.

Melalui jalan darat, Monjaya bisa diakses lewat 2 jalur. Pertama lewat Jl. Perak Timur menuju Jembatan Petekan, sedangkan jalur kedua lewat Jl. Sidotopo. Kedua jalur ini akan berujung di Pintu Gerbang Armatim

Disarankan sebelum mengunjungi kawasan Monjaya ini terlebih dulu menghubungi pihak Dinas Pembinaan Potensi Maritim Armatim (DISPOTMAR KOARMATIM).

Dalam perjalanan masuk ke Monjaya kita akan melewati beberapa penjagaan TNI AL karena posisi patung tersebut berada di basis Armada Timut TNI AL. Wajar aja kan ribet? karna di kawasan tersebut ada banyak rahasia negara yang nggak boleh diketahui sembarang orang.

Tapi nggak sulit koq buat kamu yang pengen mengunjungi Monjaya ini. Asal berkoordinasi dengan Humas Dinas Pembinaan Potensi Maritim Koarmatim (Dispotmar Koarmatim), Plek Rajawali Denmako Ujung Surabaya. Pemimpin pengunjung rombongan atau perorangan juga wajib mengajukan surat permohonan yang ditujukan Kepada Pangarmatim dengan tembusan dibuat rangkap Tujuh, seperti contoh surat Permohonan ijin mengadakan Kunjungan dibawah ini. Cuman itu aja koq syaratnya.

Monjaya : Monumen Tertinggi Kedua Setelah Liberty

Tak kalah dengan New York yang memilki kebanggaan Patung Liberty, Surabaya punya Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya). Patung ini pun disebut – sebut tertinggi kedua di dunia setelah Patung Liberty yang berada di mulut pelabuhan New York, dengan ketinggian 85 meter. Hmm…penasaran, pengen tau apa aja yang bisa kita lihat di sana?

Sumber

Taman Bungkul Surabaya

 

Taman Bungkul berlokasi di Jalan Raya Darmo Surabaya, taman ini terletak di area sekitar 900 meter persegi dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti amfiteater dengan diameter 33 M, jogging track, taman bermain anak-anak dan lahan untuk papan luncur. Selain itu, taman ini juga difasilitasi dengan akses internet nirkabel.

Taman Bungkul diambil dari nama Mbah Bungkul, dimana makam beliau juga terletak pada taman ini. Mbah Bungkul adalah julukan untuk Ki Supo, seorang ulama di kerajaan Majapahit (abad XV), yang juga saudara ipar Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Taman Bungkul sudah seperti jantung kota Surabaya. Taman ini sekarang menjadi taman wisata bagi mereka yang ingin menikmati suasana hijau di tengah kota. Beberapa acara juga sering di gelar ini taman ini bagi kegiatan hiburan atau kebudayaan

Di bagian belakang taman, terdapat beberapa warung yang menawarkan menu khas Surabaya, seperti Rawon, Soto, Bakso dan banyak lagi. Taman Bungkul selalu ramai dikunjungi dari pagi hingga malam hari dan menjadi bagian dari kota Surabaya yang pantas untuk dibanggakan.

Sumber Artikel

Sumber Foto

Asal-Usul Jembatan Merah Surabaya

 

Jembatan Merah seolah membawa traveler kembali dalam kisah perjuangan masyarakat Surabaya. Pada masa pendudukan Sekutu, jembatan ini menjadi saksi bisu perjuangan heroik melawan Sekutu di Surabaya.

Pertempuran Surabaya tidak hanya menelan korban jiwa, raga dan harta benda. Bukti kisah kepahlawanan arek-arek Suroboyo ini masih bisa kita saksikan keberadaannya. Sekarang dijadikan objek wisata Kota Surabaya.

Perjalanan kami ke Surabaya kali ini, menuju kawasan bisnis pecinan di daerah Kembang Jepun, Surabaya. Ada peralatan rumah yang harus kami beli karena rusak. Kami ingat bahwa di daerah Kembang Jepung menjadi sentra suku cadang peralatan rumah kami.

Sepulang berbelanja, kami pun mampir sejenak di Taman Jayengrono, Jalan Jembatan Merah Surabaya. Sambil menenggak air minum dalam veltvles yang sudah disiapkan istri sejak pagi tadi.

Pikiran saya menerawang jauh ke masa silam. Di dekat Taman Jayengrono yang kami singgahi ini, ada beberapa bangunan yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Surabaya melawan tentara Sekutu.

Apalagi masih segar dan terngiang-ngiang di ingatan kami, lirik lagu Jembatan Merah karya almarhum Gesang. Semakin membuat kami larut dan ikut terbawa ke masa silam.

“Jembatan merah sungguh gagah berpagar gedung indah. Sepanjang hari yang melintasi silih berganti. Mengenang susah hati patah teringat zaman berpisah. Kekasih pergi sehingga kini belum kembali. Biar jembatan merah, seandainya patah. Akupun bersumpah. Akan kunanti dia di sini bertemu lagi.”

Begitu kira-kira cuplikan lagu yang menggambarkan kisah perpisahan seorang wanita yang melepas lelaki pujaan hatinya untuk berjuang di medan pertempuran Surabaya. Betapa saat itu lelaki dan wanita sudah bahu-membahu secara ihlas berjuang melawan penjajah. Demi terciptanya Indonesia merdeka.

Jembatan Merah sendiri dibangun atas kesepakatan Pakubuwono II dari Mataram dengan VOC, sejak 11 November 1743. Dalam perjanjian, disebutkan kalau beberapa daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan ke VOC, termasuk Surabaya yang saat itu berada di bawah kolonial Belanda.

Sejak saat itu, daerah Jembatan Merah menjadi kawasan bisnis dan menjadi jalan satu-satunya yang menghubungkan Kalimas dan Gedung pemerintahan di Surabaya. Dengan kata lain, Jembatan Merah merupakan sarana yang sangat penting pada era itu.

Jembatan Merah berubah secara fisik sekitar tahun 1890-an. Saat itu, pagar pembatas diubah dari kayu menjadi besi. Jembatan Merah menghubungkan kawasan Rajawali dengan pusat bisnis pecinan di daerah Kembang Jepun, Surabaya.

Pada hari-hari tertentu, kawasan Kembang Jepun banyak dikunjungi wisatawan untuk yang jalan-jalan sambil jajan. Tempat ini pun menjadi ajang berjualan segala macam jajanan. “Kya-Kya” menjadi program car free day di kawasan Kembang Jepun ini.

Selain itu, Jembatan Merah juga berada tidak jauh dari jembatan yang menginspirasi maestro keroncong Indonesia Alm Gesang. Saat menciptakan lagu nasional ini, berdiri gedung cantik yang bisa dipastikan sebagai saksi bisu perjuangan warga Surabaya melawan tentara Sekutu di Surabaya.

Ya Gedung Internatio namanya. Sejarah telah banyak menggaungkan kisah tentang betapa heroiknya arek-arek Surabaya melawan penjajah. Kisah kepahlawanan yang dikenal adalah saat pemuda-pemuda Surabaya merobek bendera Belanda di Hotel Majapahit.

Tapi ada satu momen yang juga sangat bersejarah dan tidak banyak diketahui orang adalah saat tewasnya pimpinan tentara Inggris, Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby. Banyak orang mengira bahwa Mallaby tewas di Jembatan Merah, tetapi sebenarnya peristiwa itu terjadi di sekitar Gedung Internatio. Tempat inilah yang menjadi markas tentara Sekutu.

Setelah pasukan Brigjen Mallaby mendarat di pelabuhan Tanjung Perak pada tanggal 25 Oktober 1945, gedung ini kemudian dikuasai oleh tentara Sekutu. Pada tanggal 28-30 Oktober 1945, gedung ini dikepung oleh pejuang-pejuang Indonesia. Sewaktu berusaha menghentikan peristiwa tembak-menembak tersebut ternyata Brigjen Mallaby juga ikut tewas terbakar bersama mobilnya.

Setelah puas beristirahat di Taman Jayengrono. Angan kami pulih seolah baru terbangun dari tidur siang. Lupa bahwa mendung sudah menggelayuti kawasan Jembatan Merah. Kamipun bergegas meninggalkan tempat ini. Sembari mampir sejenak di jalan Rajawali untuk membeli lontong balap Rajawali yang terkenal itu sebagai oleh-oleh keluarga di rumah.

Sumber